Seni Ukir Relief Motif Tradisional Simalungun
Diambil dari: buku “Seni Ukir
Relief Motif dan Rumah Adat Tradisional Simalungun” Oleh Sayur Lingga Sitopu,
Halaman 17 – 40 Ditulis dan digambar ulang oleh Yan Mahesa Damanik

Teknik Untuk
mencurahkan karya seni dalam bentuk Ornamen Uhir/ukir juga mempunyai perbedaan
antara seniman yang satu dengan yang lainnya, ada yang menggunakan teknik
mengorek materi, da nada yang hanya menggunakan pewarnaan serta dalam media
anyaman. Mengambil suatu objek atau bentuk Ornamen Uhir/Ukir harus disesuaikan
dengan fungsi dari uhir/ukir itu sendiri, misalnya Ornamen Uhir/Ukir bentuk
Suleppat yang dipasang pada sambahou (plat level bangunan). Pemakaian Ornamen
Uhir pada bangunan tidak didominasi oleh sebuah motif saja namun dapat
dimodifikasi dengan penggabungan dari beberapa uhir yang dapat digabungkan tanpa
mengurangi makna filosofisnya, serta akan memperindah seni Ornamen Uhir/Ukir itu
sendiri, namun harus tetap dijaga keselarasan penggabungan dari beberapa jenis
motif yang digunakan. Penggabungan beberapa jenis Ornamen Uhir/Ukir akan
menampilkan kreasi baru sehingga tercipta bentuk-bentuk baru tanpa merubah pola
dasar Ornamen Uhir yang ada sehingga seni Ornamen Uhir/Ukir semakin berkembang.
Jenis-jenis atau motif Ornamen Uhir yang dimiliki oleh suku Simalungun sampai saat ini antara
lain:
1. Pinar Suleppat adalah bentuk gambaran tangan yang berkaitan antara satu dengan lainnya
menggambarkan keharmonisan persatuan dan kesatuan dan saling berkaitan antara satu
dengan yang lainnya sehingga menghasilkan kekuatan, persatuan, dan kesatuan, keselarasan
dalam bertindak, sehingga tercipta keserasian dan keharmonisan dalam kehidupan. Pinar
Suleppat ini biasanya di ukir pada sambahou (plat level) pada bangunan serta pada alat-alat
tenun tradisional.
