3/11/23

Bangunan Pos Penjagaan (Balai Buttu)

 Bangunan Pos Penjagaan (Balai Buttu)


"Tulisan ini diambil dari Makalah Penelitian yang dilakukan oleh Drs. Agus Budi Wibowo, M.Si. (peneliti madya  pada Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh) dan diseminarkan pada acara Seminar Hasil Penelitian yang diselenggarakan oleh Dit. Tradisi di Aula BPSNT Banda Aceh pada tanggal 3 November 2010, hal. 15."




    Balai buttu merupakan pos penjagaan yang ditempati oleh para pengawal kerajaan. Tangga masuk (dengan 5 buah anak tangga) terletak di bagian samping, menghadap kearah selatan. Bangunan berorientasi ke timur lokasi bangunan berdekatan dengan pintu gerbang sesuai dengan fungsi bangunan itu sendiri. Balai buttu didominasi oleh warna coklat muda. Dinding-dindingnya dilengkapi jeruji-jeruji kayu yang berfungsi untuk mengawasi keadaan di sekililing kompleks istana. Bangunan ini berukuran panjang 4,85 m, lebar 4,13m , dan tinggi 4,50 m.


Gambar 1. Balai Buttu tampak belakang (kiri atas), samping (kanan atas)
depan (bawah)
(Dok: Agus Budi Wibowo)


Tags:#Simalungun #KerajaanPurba #bangunan_tradisional_simalungun 

 Penulis : Yan Mahesa Damanik 
 Selalu sertakan sumber apabila Anda mengkopas artikel ini!!!, Terimakasih.

Bangunan Tempat Penginapan dan Penyimpanan Kuda (Jambur)

 Bangunan Tempat Penginapan dan Penyimpanan Kuda (Jambur)


"Tulisan ini diambil dari Makalah Penelitian yang dilakukan oleh Drs. Agus Budi Wibowo, M.Si. (peneliti madya  pada Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh) dan diseminarkan pada acara Seminar Hasil Penelitian yang diselenggarakan oleh Dit. Tradisi di Aula BPSNT Banda Aceh pada tanggal 3 November 2010, hal. 15."



        Jambur merupakan yang berfungsi sebagai tempat para tamu raja menginap. Bangunan ini terletak di depan rumah bolon adat, tepat di samping kanan pattangan raja berorientasi ke barat, Bagian kolongnya memiliki dinding-dinding penutup dari papan dan dimanfaatkan sebagai kandang kuda milik raja maupun para tamu. Bagian depan kolong merupakan teras yang memiliki 5 buah tiang sedangkan teras atas disangga oleh 3 buah tiang. Bangunan ini hanya ditopang oleh 1 lapis balok horisontal yang ditumpu umpak-umpak batu.
       Ukuran bangunan ini adalah panjang 8,50 m, lebar 3,60 m, dan tinggi 4 m. Ornamen penghias bangunan yang didominasi oleh warna coklat muda ini berupa: pinar gundur manggulapa (sejenis tanaman semangka yang tumbuh di tanah subur, melambangkan kemakmuran dan kesuburan), terdapat pada lisplang halipkip, tukkot matua dan sambahou, ipon-ipon pada lisplang, bindu matogu pada pintu dan pinar palit pada pintu.

Gambar 1. Jambur dari depan (kiri), dari samping kiri (kanan), dan dari samping
kanan (bawah) (Dok: Agus Budi Wibowo)




Tags:#Simalungun #KerajaanPurba #bangunan_tradisional_simalungun 

  Penulis : Yan Mahesa Damanik 
 Selalu sertakan sumber apabila Anda mengkopas artikel ini!!!, Terimakasih.

Bangunan Tempat Istirahat

Bangunan Tempat Istirahat 


"Tulisan ini diambil dari Makalah Penelitian yang dilakukan oleh Drs. Agus Budi Wibowo, M.Si. (peneliti madya  pada Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh) dan diseminarkan pada acara Seminar Hasil Penelitian yang diselenggarakan oleh Dit. Tradisi di Aula BPSNT Banda Aceh pada tanggal 3 November 2010, hal. 13-14."


1. Raja (Pattangan Raja)
        Merupakan bangunan kecil yang terletak di depan rumah bolon adat dengan arah hadap yang berlawanan. Tepat di sebelah kanan jambur. Pattangan raja adalah tempat peristirahatan raja. Bangunan ini berukuran kecil dan sederhana. Kaki bangunan berupa umpak batu dengan 2 buah balok yang disusun secara horisontal pada masing-masing sisinya. Di atasnya terdapat sebuah ruang terbuka yang pada masing-masing sudutnya memiliki tiang penyangganya berukuran kecil. Di atas tiang-tiang tersebut tersebut terdapat bilik kecil yang dilengkapi sebuah pintu. Dinding-dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Bangunan ini berwarna coklat muda dan potongan balok-balok penyangganya merupakan perpaduan antara warna hitam dan putih. Pattangan raja berukuran panjang 2 m, lebar 1,5 m, dan tingginya 3 m.

Gambar 1. Pattangan Raja dari depan (kiri), belakang (tengah), dan samping (kanan) (Dok: Agus Budi Wibowo)


2. Permaisuri (Pattangan Puang Bolon)
            Bangunan ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan permaisuri (menenun kain). Pada keempat sisi bagian atasnya dibatasi oleh dinding, memiliki pintu-pintu kecil. Ruangan kecil ini merupakan tempat penyimpangan alat-alat tenun milik permaisuri. Di bagian depannya terdapat beranda yang ditopang oleh 2 buah tiang. Pattangan puang bolon tampak sederhana karena ukurannya yang kecil serta tidak dihiasi dengan ornamen yang ramai. Hanya terdapat motif pinar boraspati pada kedua sisi dinding bagian atas. Kaki bangunan berupa 4 buah umpak batu dan pada masingmasing sisi terdapat 2 buah balok yang disusun secara horisontal. Di bagian atas balok-balok tersebut adalah sebuah ruang terbuka yang hanya dibatasi oleh dinding-dinding rendah dengan bentuk menyerupai perahu, pada keempat sudutnya terdapat tiang-tiang kecil. Bangunan ini berwarna coklat, terletak di antara rumah bolon dan balai bolon, berorintasi ke timur. Potongan balok-balok penyangga memiliki kombinasi warna hitam dan putih berselangseling. Ukurannya bangunan adalah panjang 2,50 m, lebar 1,67 m, dan tinggi 3,5 m.

Gambar 2. Pattangan Puang Bolon dari samping (kiri), dan belakang (kanan) 
(Dok: Agus Budi Wibowo)










Tags:#Simalungun #KerajaanPurba #bangunan_tradisional_simalungun 

  Penulis : Yan Mahesa Damanik 
 Selalu sertakan sumber apabila Anda mengkopas artikel ini!!!, Terimakasih.