2/17/23

Pinar Simalungun

Seni Ukir Relief Motif Tradisional Simalungun 

Diambil dari:
 buku “Seni Ukir Relief Motif dan Rumah Adat Tradisional Simalungun” Oleh Sayur Lingga Sitopu, Halaman 17 – 40 
Ditulis dan digambar ulang oleh Yan Mahesa Damanik 


        Teknik Untuk mencurahkan karya seni dalam bentuk Ornamen Uhir/ukir juga mempunyai perbedaan antara seniman yang satu dengan yang lainnya, ada yang menggunakan teknik mengorek materi, da nada yang hanya menggunakan pewarnaan serta dalam media anyaman. Mengambil suatu objek atau bentuk Ornamen Uhir/Ukir harus disesuaikan dengan fungsi dari uhir/ukir itu sendiri, misalnya Ornamen Uhir/Ukir bentuk Suleppat yang dipasang pada sambahou (plat level bangunan). Pemakaian Ornamen Uhir pada bangunan tidak didominasi oleh sebuah motif saja namun dapat dimodifikasi dengan penggabungan dari beberapa uhir yang dapat digabungkan tanpa mengurangi makna filosofisnya, serta akan memperindah seni Ornamen Uhir/Ukir itu sendiri, namun harus tetap dijaga keselarasan penggabungan dari beberapa jenis motif yang digunakan. Penggabungan beberapa jenis Ornamen Uhir/Ukir akan menampilkan kreasi baru sehingga tercipta bentuk-bentuk baru tanpa merubah pola dasar Ornamen Uhir yang ada sehingga seni Ornamen Uhir/Ukir semakin berkembang.
        Jenis-jenis atau motif Ornamen Uhir yang dimiliki oleh suku Simalungun sampai saat ini antara lain: 

1. Pinar Suleppat adalah bentuk gambaran tangan yang berkaitan antara satu dengan lainnya menggambarkan keharmonisan persatuan dan kesatuan dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan kekuatan, persatuan, dan kesatuan, keselarasan dalam bertindak, sehingga tercipta keserasian dan keharmonisan dalam kehidupan. Pinar Suleppat ini biasanya di ukir pada sambahou (plat level) pada bangunan serta pada alat-alat tenun tradisional.